Sungguh tiap ranting ketapang itu bagaikan jari penari
Namun dia hanya terpaku dan diam disapa udara
Sungguh pinang itu anggun bagaikan seorang penyanyi
Tapi sayang, pesonanya seakan redup oleh gulita
Lalu sunyi menunggu saat gelap hampir menjadi judul
Dan kunang-kunang menghibur nafas kepenatan
Sementara kerlipan penuh nakal saling terpantul
Dan mungkin esok banyak yang menanti kecupan
Makassar, 20 Desember 2011
Pradana
“PANCA Indra” Mulyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar