Kamis, 08 Maret 2012

HARMONISASI 2


Sungguh tiap ranting ketapang itu bagaikan jari penari
Namun dia hanya terpaku dan diam disapa udara
Sungguh pinang itu anggun bagaikan seorang penyanyi
Tapi sayang, pesonanya seakan redup oleh gulita

Lalu sunyi menunggu saat gelap hampir menjadi judul
Dan kunang-kunang menghibur nafas kepenatan
Sementara kerlipan penuh nakal saling terpantul
Dan mungkin esok banyak yang menanti kecupan

Makassar, 20 Desember 2011
Pradana “PANCA Indra” Mulyawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar