Saat senja hampir dilepaskan oleh gelap.
Dan aku bercerita di antara rel-rel tua ini.
Menceritakan senandung dunia yang hampir terlelap.
Ada wanita tengah duduk sabar menunggu kereta terakhir tiba.
Aku sekilas menangkap potret kesabaran itu, sungguh indah.
Apa yang dia tunggu dari ujung rel tua ini tak kunjungpun ada.
Antara aku dan dia terbentang tanya serta asa yang sangat jauh.
Dingin merambat, sunyi menyapa, resah kian merayu.
Lalu diantara rel-rel kereta
itu, dia dan aku hanya diam.
Akupun pergi meninggalkan stasiun dan rel-rel tua itu.
Juga dia kutinggalkan bersama asanya yang mendalam.
Tiap langkah perjalanan pulang kuberharap,
Semoga dia tersadar, di ujung rel itu tak akan ada yang akan tiba.
Karena diantara rel kereta itu, banyak kisah-kisah yang terselip.
Kisah-kisah tentang dia dan tentang mereka.
Kisah yang senantiasa berbisik pelan,
Dan merambat di rel-rel tua itu,
Yang senantiasa siap kuceritakan.
Makassar, 19 Mei 2012
Pradana “PANCA
Indra” Mulyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar