Adakah pelangi terbentang dikaki bukit?
Sementara sebuah keindahanpun mustahil disentuh.
Mungkin karena keindahan hanyalah semu belaka.
Bagai bias-bias pelangi dikala surutnya gerimis.
Coba pejamkan matamu dan melihatlah jauh ke dalam.
Lihatlah bentuk cinta dan kasih yang tertanam dalam hatimu.
Lalu buka matamu kini, apakah engkau masih melihatnya?
Dan sekali lagi bias membenamkan mata dalam keindahan.
Bias tak pernah memberi wujud, namun memberi keindahan.
Namun keindahan itu tak mampu tersentuh, hanya mampu dirasakan dalam
kalbu.
Mungkin seperti cinta ini yang entah mengapa tak pernah surut padamu.
Makassar,10 Mei 2012
Pradana
“PANCA Indra” Mulyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar