Jumat, 27 April 2012

SURAT UNTUK BANDUNG


Aku berbicara di tengah keremangan pelita.
Membicarakan tentang dirimu yang masih cantik.
Lalu aku masih berbohong tentang semuanya.
Namun, tidak tentang dirimu yang masih cantik.

Apa kau sudah membaca suratku?
Lalu, mengapa engkau tak meneriakkannya?
Karena aku menunggu Paris Van Javaku.
Dan engkau akan mencintaiku juga dirinya.

Engkau yang terkasih dan tersayang.
Dan Parisku tak akan lagi menunggu.
Karena esok akan berkhir pulang.
Lalu  cinta pergi bukan untukku dan dirimu.

Semua suratku untuk Paris Van Java.
Dan cinta dan kasih yang kau sembunyikan.
Apakah kita akan saling mencinta?
Mungkin esok, disuratmu yang entah kapan?

Dan saat itu, aku akan mencumbumu.
Lalu engkau akan membunuhku?

Makassar, 24 April 2012
Pradana “PANCA Indra” Mulyawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar