Aku
berbicara di tengah keremangan pelita.
Membicarakan
tentang dirimu yang masih cantik.
Lalu
aku masih berbohong tentang semuanya.
Namun,
tidak tentang dirimu yang masih cantik.
Apa
kau sudah membaca suratku?
Lalu,
mengapa engkau tak meneriakkannya?
Karena
aku menunggu Paris Van Javaku.
Dan
engkau akan mencintaiku juga dirinya.
Engkau
yang terkasih dan tersayang.
Dan
Parisku tak akan lagi menunggu.
Karena
esok akan berkhir pulang.
Lalu
cinta pergi bukan untukku dan dirimu.
Semua
suratku untuk Paris Van Java.
Dan
cinta dan kasih yang kau sembunyikan.
Apakah
kita akan saling mencinta?
Mungkin
esok, disuratmu yang entah kapan?
Dan
saat itu, aku akan mencumbumu.
Lalu
engkau akan membunuhku?
Makassar, 24 April 2012
Pradana “PANCA
Indra” Mulyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar