Minggu, 08 April 2012

TEPIAN NAFSU


Aku segera ingin tertidur
di pangkuan si manis
dalam lantunan dongeng-dongeng duniawi.

Aku sungguh mengantuk
dan mulai terbuai remang-remang.
Namun serentak bayangnya menyentak,
lalu perlahan memudar.

Selamat malam ku ucapkan,
untuk birahi yang tak lagi mencuat.
Perlahan ku tutup mata dan bibir yang mengecup
Si manis.

Lalu esok,
aku bercinta dan dunia tak lagi senonoh.
Karena semuanya tengah asyik,
asyik menelanjangi diri.


Makassar, 3 April 2012
Pradana “PANCA Indra” Muyawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar