Aku melihat segenggam debu menyetubuhi bumi.
Saat terik seakan tiada bertepi dan tiada berakhir.
Lalu jiwaku pergi merana mengikuti arah angin.
Namun ragaku tinggal mengering dipanggang sepih.
Biarkan lolongan anjing liar menyapu keberadaanku.
Karena aku tak lagi ada sisa.
Lalu debu dan bumi mengakhiri percintaannya.
Dan malam malu untuk bercerita.
Tapi esok ajalku akan tiba.
dan kisahku masih belum dimulai.
Lalu apa yang akan ku tunggu?
Mungkin lolongan anjing-anjing liar itu adalah jawabannya.
Karena mungkin aku tak lebih dari sesosok anjing liar.
Sengkang, 6 July 2012
Pradana “PANCA
Indra” Mulyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar