Hujan kini begitu deras.
Menembus dinding-dinding kayu.
Namun gemuruh tak sedikitpun bersua.
Hanya angin yang berceloteh bersama hujan.
Ada lelaki yang bersembunyi dibalik sarungnya.
Dia meringkik dan menggigil sambil melawan hasrat setan.
Dia tak menutup mata namun, tak melihat apa-apa.
Mungkin dia sibuk dengan percakapan dirinya dengan dingin yang
menusuk.
Sementara ada anak gadis bermain-main dengan hujan.
Pakaiannya basah, rambutnya basah, dan kemaluannyapun basah.
Dia tertawa terbahak-bahak, berlari-larian menggoda kepiluan.
Hingga hujanpun berhenti dan tawanya tak lagi terdengar.
Hujan menghilang, dingin meninggi, dan berahi memuncak.
Sosok lelaki pergi meninggalkan suara-suara.
Dan si gadis hilang entah kemana.
Sebuah pagi yang ramah di awal July.
Koran-koran mulai dibaca oleh kaum-kaum penikmat kopi.
Sebait berita tarpampang tentang pemerkosaan seorang gadis,
dan sesosok lelaki yang mati gantung diri.
Majauleng, 12 July 2012
Pradana “PANCA
Indra” Mulyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar