Melodi sepi
berdendang dibawa malam.
saat bulan
tertutup tabir kelabu dan kehampaan menusuk kalbu.
Doa ku terbang
menutup mata-mataku, menembus imagi.
Seperti nafas
dijejaki kamboja dari tanah pemakaman.
Tuhan berbalik
muka, dan aku tunduk menikam nasib,
Lalu nasib beradu
dengan takdir, tapi aku yang mati.
Berlarilah para
pemuja malam, diseretnya keranda mayat.
Roh ku menari
dihadapan jasadnya, dan Dunia diam.
Mati ku kosong
tiada menuai tangis.
Makassar, 8 Oktober 2012
Pradana “PANCA Indra” Mulyawan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar