Senin, 08 Oktober 2012

KOSONG

Melodi sepi berdendang dibawa malam.
saat bulan tertutup tabir kelabu dan kehampaan menusuk kalbu.
Doa ku terbang menutup mata-mataku, menembus imagi.
Seperti nafas dijejaki kamboja dari tanah pemakaman.
Tuhan berbalik muka, dan aku tunduk menikam nasib,
Lalu nasib beradu dengan takdir, tapi aku yang mati.
Berlarilah para pemuja malam, diseretnya keranda mayat.
Roh ku menari dihadapan jasadnya, dan Dunia diam.
Mati ku kosong tiada menuai tangis.

Makassar, 8 Oktober 2012
Pradana “PANCA Indra” Mulyawan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar