Bukanlah fajar yang muncul di ufuk barat
Entah apa, karena yang kemarin tak sudih
Yang sucih perlahan-lahan mati terjerat
Dan kumpulan lakon senyuman bergemuruh
Hari dikala itu tiba, urat nadi berujung peluh
Kepulan hitam memekat menutup jalan setapak
Apa dan siapa yang berteriak? Berujung serapah
Atas nama apa dan siapa? Malah berbalik menembak
Putaran setan menebal tak tertembus tak tersentuh
Saku mu penuh, saku dia gendut, perut mereka kosong
Lakon dia dan kamu berujung mereka yang bernanah
Mungkin hati dan logika mengeras beku ibarat patung
Dikala warna putih berubah pekat menjadi hitam
Dikala cahaya meredup mati dan menjadi gelap
Dikala suara keras memelan berujung pada diam
Dikala pedang menumpul dan tak lagi tertancap
Dan yang bersandar hanya melipat tangan
Sibuk menghitung-menghitung dan menghitung
Makassar, 12 Desember 2011
"Panca Indra"
Entah apa, karena yang kemarin tak sudih
Yang sucih perlahan-lahan mati terjerat
Dan kumpulan lakon senyuman bergemuruh
Hari dikala itu tiba, urat nadi berujung peluh
Kepulan hitam memekat menutup jalan setapak
Apa dan siapa yang berteriak? Berujung serapah
Atas nama apa dan siapa? Malah berbalik menembak
Putaran setan menebal tak tertembus tak tersentuh
Saku mu penuh, saku dia gendut, perut mereka kosong
Lakon dia dan kamu berujung mereka yang bernanah
Mungkin hati dan logika mengeras beku ibarat patung
Dikala warna putih berubah pekat menjadi hitam
Dikala cahaya meredup mati dan menjadi gelap
Dikala suara keras memelan berujung pada diam
Dikala pedang menumpul dan tak lagi tertancap
Dan yang bersandar hanya melipat tangan
Sibuk menghitung-menghitung dan menghitung
Makassar, 12 Desember 2011
"Panca Indra"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar