Senin, 06 Februari 2012

SYAIR 1 MARET

Gerimis, gemerincing hujan yang menabrakkan dirinya oleh badai.
Saat lambaian pepohonan mulai pasrah hingga rapuh, saat genangan-genangan mulai terbentuk.
Sorot-sorot ibarat pelita yang tergantung, memberi nikmat insan-insan dekapan sang gulita.
Aromanya tercium semerbak, seketika alunan-alunannya mulai berjalan-jalan jinjit di telinga.
Dalam nada alam yang mengalun dibawah rembulan yang sinarnya seakan meredup.
Muncul kumpulan harmony saat kecerahan mulai terkekang oleh kelam, namun bukan meredam tapi meninabobokannya.
Angin dan hujan dikala kelam yang telanjang.
Angin dan hujan dibawa rembulan.
Angin dan hujan mencium pepohonan.
Angin dan hujan membaurkan sebuah genangan.
Pasangan itu mulai beradu dan ombakpun mengadu.
Mengadu dan menghempaskan dirinya pada pelukan sang dermaga.
Terdiam bisu saat mulai rapuh.
Sebuah hikayat dalam jalur alami namun susah tuk menafsirkan.
Siklus alam saling menghancurkan namun saling menghidupi.
Hingga bulir pasirpun akan musnah namun dalam pecahannyapun akan muncul kehidupan yang baru.
Sungguh Maha Kasih dalam penghancurannya.

Makassar, 1 Maret 2011
"Panca Indra"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar